Search This Blog

Jangan Lupa hubungi Di No 085607523220 Karena Saya Menyediakan Software Gratiss Full Version dan jangan lupa mampir di blog jumadin airmata ponsel:08170764447


Friday, 5 December 2014

KPK Sebut Boediono Sudah Jadi Tersangka 2014

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Bidang Pencegahan, Adnan Pandu Praja menyebutkan bahwa Mantan Presiden Indonesia, Boediono sudah ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus Bank Century.
"Dalam perjalanannya prestasi KPK 10 tahun kasus semuanya 435. Ada menteri, gubernur, bupati/walikota, diplomat. Terakhir kita sudah men-tersangka-kan Mantan Wakil Presiden, Boediono, kita menangkap tangan ketua Mahkamah Konstitusi, kemudian BPK sebagai lembaga tinggi negara," kata Adnan di Pekanbaru, Kamis (4/12).
Hal itu disampaikannya saat memberikan pemaparan dalam kegiatan kegiatan diseminasi buku putih tentang lima perspektif antikorupsi bagi lembaga perwakilan rakyat di gedung DPRD Riau. Kegiatan itu diikuti anggota DPRD Riau dan DPRD Kota Pekanbaru.
Adnan selesai memberikan pemaparan mengkonfirmasi ulang pertanyaan wartawan bahwa Boediono sudah tersangka dalam Kasus Century. Namun ketika ditanyakan kenapa tidak ada pemberitaan sebelumnya, ia menjawab hal itu sudah ada dan menyarankan untuk bertanya kepada yang lain.
"Kan Perkara Century, sudah ada beritanya, coba tanya sama yang lain," jawabnya kepada Antara.
Dia mengatakan prestasi KPK yang bisa menjerat pejabat negara itu membuat lembaga anti-rasuah Indonesia ini sangat dihormati di mata dunia. Bahkan, lanjut dia, sudah mengalahkan reputasi KPK Hongkong yang merupakan contoh lembaga pemberantasan korupsi terbaik di dunia.
"Jadi dunia semuanya kalau belajar mengenai korupsi, belajar ke Indonesia," tandasnya.
Ditambahkannya, pada 435 kasus yang ditangani KPK itu semuanya dan tidak ada satu perkara yang kalah di persidangan. Semuanya, lanjut dia, masuk bui dan yang nomor satu kebanyakan adalah anggota DPR. Itu terjadi karena biasanya korupsi oleh DPR dilakukan secara berjemaah.
Sementara itu, sebagai tuan rumah dalam kegiatan tersebut, Ketua DPRD Riau Suparman mengatakan semoga diseminasi ini jadi bekal bagi anggota dewan untuk tidak terlibat korupsi. Kegiatan ini, katanya, tentu menambah wawasan tentang korupsi yang sekarang menjadi isu sentral di Riau

Kabar Baru Masalah yang Akan Dihadapi RI Usai Tenggelamkan Kapal Asing

Pemerintah menenggelamkan tiga kapal asing yang masuk secara ilegal di wilayah laut Indonesia. Tiga kapal milik nelayan Vietnam itu dieksekusi Jumat 5 Desember 2014, sekitar pukul 10.20 WIB. 

Wakil Ketua Komisi I Bidang Pertahanan, Hanafi Rais, mendukung langkah Pemerintah Jokowi-JK itu.

"Kami dukung cara penegakan hukum di wilayah perairan kita. Kalau soal cara tentu banyak pilihan," kata Hanafi di Gedung DPR, Jakarta.

Namun, kata politikus Partai Amanat Nasional itu, pemerintah harus mempertimbangkan agar cara-cara yang digunakan tidak menimbulkan risiko di kemudian hari.

"Misalnya, kapalnya dibom lalu mereka melakukan gugatan balik atau melakukan langkah politik yang merugikan kita. Jangan sampai pengeboman membuat kita sendiri kewalahan jika mereka melakukan gugatan balik," ujar Hanafi.

Menurut Hanafi, cara yang paling aman adalah dengan menangkap, kemudian didenda. Tak sampai di situ, pemerintah juga harus mempublikasikan daftar kapal pencuri dan asal negaranya hingga ke tingkat ASEAN.

"Jika ingin melindungi kedaulatan dan menghukum kapal pencuri itu harus dengan proses hukum yang benar, sehingga tidak memiliki konsekuensi," ujar putra dari mantan ketua MPR Amin Rais itu.

Tiga kapal asing itu ditembak oleh kapal Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) bersama TNI Angkatan Laut di perairan Anambas, Kepulauan Riau. 

Tiga kapal eksekutor yaitu, Kapal Negara (KN) Bintang Laut milik Badan Koordinasi Keamanan Laut (Bakorkamla), Kapal Pemerintah (KP) Ketipas dan KP Napoleon milik Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Ketiga kapal kayu pencuri ikan itu ditembak menggunakan senjata mesin dari jarak 200 meter. Setelah itu, satu persatu kapal diledakkan dengan detonator hingga tenggelam.

Wednesday, 3 December 2014

Cara Mudah Menghemat Memori di Perangkat Android di Smartphone

 Para pengguna perangkat mobile, smartphone ataupun tablet, berbasis Android sangat dimanjakan dengan tersedianya jutaan aplikasi yang dapat diunduh via Google Play Store. 

Game, media sosial, layanan produktivitas, hingga berbagai jenis aplikasi lainya selalu menggoda untuk diunduh. Hal ini juga yang menyebabkan rata-rata pengguna perangkat Android gemar mengoleksi banyak aplikasi.

Namun ada satu konsekuensi negatif yang akan dirasakan. Smartphone akan menjadi lemot karena aplikasi Android menghabiskan banyak kapasitas RAM yang tersedia.

Para produsen perangkat memang sudah memberikan solusi dengan menyematkan kapsitas RAM cukup besar. Belakangan sudah banyak perangkat Android di pasaran yang dibekali RAM tidak hanya 1 GB, melainkan 2 atau bahkan 3 GB.

Selain memperbesar kapasitas RAM, ada pula cara mudah yang bisa diterapkan langsung oleh pengguna untuk menghemat penggunaan memori internal. Dua di antaranya adalah sebagai berikut.

1. Membersihkan cache
Sebenarnya cara ini tidak berpengaruh secara signifikan, namun patut dicoba sebagai penanganan awal.

Cache sendiri berfungsi untuk merekam sejarah data penggunaan aplikasi. Cache berfungsi untuk lebih mempercepat proses penggunaan sebuah aplikasi. Dengan menghapus cache setidaknya memori internal akan sedikit lebih lega beberapa MB. 

Caranya cukup mudah. Masuk ke menu setting >> general >> apps >> lalu pilih aplikasi yang ingin Anda bersihkan cachenya >> clear cache.

2. Memindahkan aplikasi dari memori internal ke eksternal
Cara ini tentunya lebih ampuh. Caranya juga cukup mudah. Setting >> apps >> manage application >> piliha aplikasi yang ingin dipandahkan >> move to SD Card.
Atau jika ingin lebih mudah, Anda dapat menggunakan beberapa aplikasi Android yang dapat diunduh secara gratis di Google Play Store seperti Move Apps, App2SD Easy, AppMgr, dan masih banyak lagi.

Samsung Galaxy Siapkan Smartphone Layar Lengkung Galaxy S6 Edge


Beberapa minggu yang lalu Samsung dilaporkan mulai mengembangkan smartphone andalan generasi berikutnya, yang digadang-gadang akan mengusung nama Galaxy S6. Terkini, vendor smartphone asal Korea Selatan tersebut dikabarkan juga sedang mengembangkan Galaxy S6 Edge.

Kabarnya, perangkat tersebut masuk dalam sebuah proyek bernama Project Zero.Sammobile melaporkan, Selasa (2/12/2014), bahwa sementara ini Samsung memberi namasmartphone generasi terbaru itu dengan sebutan Galaxy S6.

Langkah ini dinilai masuk akal mengingat bahwa seri Galaxy S cukup populer di industrismartphone dunia. Salah seorang sumber internal bahkan mengatakan bahwa Samsung juga akan memperkenalkan smartphone Galaxy S6 Edge.

Galaxy S6 Edge dipastikan akan memiliki layar melengkung mirip dengan apa yang ada pada layar Galaxy Note Edge. Namun pihak Samsung belum mengonfirmasikan apakah Galaxy S6 Edge akan menjadi perangkat edisi terbatas seperti Galaxy Note Edge atau tidak

Untuk spesifikasi diperkirakan akan sama dengan Galaxy S6 versi standar yaitu memiliki layar beresolusi quad HD, prosesor Snapdragon 810, kamera belakang 16/20 megapiksel (MP), kamera depan 5 MP serta memori internal 128 GB.

DPRD Fuad Amin Imbron Pemain Kecil, Ada Koruptor yang Lebih Besar di Jatim


JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), menangkap tangkap tangan mantan Bupati Bangkalan yang juga Ketua DPRD Bangkalan, Fuad Amin saat menerima suap sebesar Rp700 juta terkait jual beli gas alam cair untuk di Gresik dan GiIi Timur.
Beberapa waktu lalu,  Ketua KPK Abraham Samad menyebut ada koruptor besar di Jawa Timur. Namun, KPK sulit menemukan bukti karena modus kejahatan korupsi itu tak berbekas. Lantas apakah yang dimaksud Samad tersebut adalah Fuad Amin?
Ketua Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI), Bonyamin Saiman, menerangkan, saat ini koruptor yang dimaksud Samad tersebut masih berkeliaran di Jawa Timur. Sedangkan, Fuad Amin hanya lah pemain kecil.
"Fuad Amin hanya pemain kecil di kabupaten, walaupun dia besar di dinasti Madura. Masih ada yang lebih besar di Provinsi Jawa Timur," kata Bonyamin kepada Okezone, Selasa (2/12/2014) malam.
Menurutnya, KPK sudah mengantongi nama koruptor tersebut. Penyidik tinggal menunggu waktu untuk menangkapnya. Kendati demikian, dia mengapresiasi KPK yang membongkar korupsi di Bangkalan.
"Samad sudah mengantongi namanya. Ada catatannya juga disana. Kita mendesak KPK untuk menangkapnya segera," tugasnya. (fmi)

Tuesday, 2 December 2014

Fuad Amin DPRD Bangkalan Sedang Di Periksa KPK Jawa Timur


BANGKALAN - Mantan Bupati Bangkalan yang juga Ketua DPRD Bangkalan Fuad Amin Imron ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam operasi tangkap tangan, Selasa (2/12/2014) dini hari.
Proses penangkapan itu berlangsung ketat. Bahkan, Polres Bangkalan turut menerjunkan ratusan anggota polisi dari berbagai satuan untuk menangkap orang yang berpengaruh di Bangkalan itu.
Menurut Wakil Kepala Polres Bangkalan, Kompol Yanuar Herlambang, pengkapan dipimpin langsung oleh penyidik KPK,AKBP Novel Baswedan.
"Kejadian semalam di Kabupaten Bangkalan, diinformasikan bahwa pada hari Selasa Jam 00.30 WIB, tim KPK yang dipimpin oleh AKBP Novel Baswedan telah melakukan penangkapan terhadap Ketua DPRD Kabupaten Bangkalan KH Fuad Amin Imron mantan Bupati Bangkalan dengan dugaan korupsi," jelas Yanuar.
Sementara menurut Wakil Ketua KPK, Zulkarnain, OTT yang dilakukan penyidik KPK terkait kasus penyuapan.
"Penangkapan dilakukan semalam, penangkapan seorang pejabat di Jawa Timur," kata Zulkarnain.
Dia juga tidak menyebutkan secara detiel nama atau inisial pejabat tersebut. "Intinya ada tindak suap-menyuap yang dilakukan. Kalau seperti apa suap-menyuapnya belum bisa dipaparkan," katanya.
Sebelumnya beredar kabar KPK melakukan OTT terhadap mantan kepala daerah di Jawa Timur yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD dengan inisial FA.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, OTT tersebut dilakukan pada Senin 1 Desember malam. Selain FA, KPK juga dikabarkan mengamankan pihak lain.

Sunday, 23 November 2014

RAHASIA DASAR MENGELOLA KEUANGAN DARI RASULULLAH

Dengan langkah gontai, laki-laki itu datang menghadap Rasulullah. Ia sedang didera problem finansial; tak bisa memberikan nafkah kepada keluarganya. Bahkan hari itu ia tidak memiliki uang sepeserpun.
Dengan penuh kasih, Rasulullah mendengarkan keluhan orang itu. Lantas beliau bertanya apakah ia punya sesuatu untuk dijual. “Saya punya kain untuk selimut dan cangkir untuk minum ya Rasulullah,” jawab laki-laki itu.
Rasulullah pun kemudian melelang dua barang itu. “Saya mau membelinya satu dirham ya Rasulullah,” kata salah seorang sahabat.
“Adakah yang mau membelinya dua atau tiga dirham?” Inilah lelang pertama dalam Islam. Dan lelang itu dimenangkan oleh seorang sahabat lainnya.
“Saya mau membelinya dua dirham”
Rasulullah memberikan hasil lelang itu kepada laki-laki tersebut. “Yang satu dirham engkau belikan makanan untuk keluargamu, yang satu dirham kau belikan kapak. Lalu kembalilah ke sini.”
Setelah membelikan makanan untuk keluarganya, laki-laki itu datang kembali kepada Rasulullah dengan sebilah kapak di tangannya. “Nah, sekarang carilah kayu bakar dengan kapak itu…” demikian kira-kira nasehat Rasulullah. Hingga beberapa hari kemudian, laki-laki itu kembali menghadap Rasulullah dan melaporkan bahwa ia telah mendapatkan 10 dirham dari usahanya. Ia tak lagi kekurangan uang untuk menafkahi keluarganya.
Salman Al Farisi punya rumus 1-1-1. Bermodalkan uang 1 dirham, ia membuat anyaman dan dijualnya 3 dirham. 1 dirham ia gunakan untuk keperluan keluarganya, 1 dirham ia sedekahkan, dan 1 dirham ia gunakan kembali sebagai modal. Sepertinya sederhana, namun dengan cara itu sahabat ini bisa memenuhi kebutuhan keluarganya dan bisa sedekah setiap hari. Penting dicatat, sedekah setiap hari.
Nasehat Rasulullah yang dijalankan oleh laki-laki di atas dan juga amalan Salman Al Farisi memberikan petunjuk kepada kita cara dasar mengelola keuangan. Yakni, bagilah penghasilan kita menjadi tiga bagian; satu untuk keperluan konsumtif, satu untuk modal dan satu untuk sedekah. Pembagian ini tidak harus sama persis seperti yang dilakukan Salman Al Farisi.

mengelola uangKEPERLUAN KONSUMTIF

Untuk soal ini, rasanya tidak perlu diperintahkan pun orang pasti melakukannya. Bahkan banyak orang yang menghabiskan hampir seluruh penghasilannya untuk keperluan konsumtif. Tidak sedikit yang malah terjebak pada masalah finansial karena terlalu menuruti keinginan konsumtif hingga penghasilannya tak tersisa, bahkan akhirnya minus.
Yang perlu menjadi catatan, bagi seorang suami, membelanjakan penghasilan untuk keperluan konsumtif artinya adalah memberikan nafkah kepada keluarganya. Jangan sampai seperti sebagian laki-laki yang menghabiskan banyak uang untuk rokok dan ke warung, sementara makanan untuk anak dan istrinya terabaikan.

MODAL

Sisihkanlah penghasilan atau uang Anda untuk modal. Bahkan, kalaupun Anda adalah seorang karyawan atau pegawai. Sisihkanlah setiap bulan gaji Anda untuk menjadi modal atau membeli aset. Menurut Robert T. Kyosaki, inilah yang membedakan orang-orang kaya dengan orang-orang kelas menengah dan orang miskin. Orang kaya membeli aset, orang kelas menengah dan orang miskin menghabiskan uangnya untuk keperluan konsumtif. Dan seringkali orang kelas menengah menyangka telah membeli aset, padahal mereka membeli barang konsumtif; liabilitas.
Aset adalah modal atau barang yang menghasilkan pemasukan, sedangkan liabilitas adalah barang yang justru mendatangkan pengeluaran. Barangnya bisa jadi sama, tetapi yang satu aset, yang satu liabilitas. Misalnya orang yang membeli mobil dan direntalkan. Hasil rental lebih besar dari cicilan. Ini aset. Tetapi kalau seseorang membeli mobil untuk gengsi-gengsian, ia terbebani dengan cicilan, biaya perawatan dan lain-lain, ini justru menjadi liabilitas. Robert T Kiyosaki menemukan, mengapa orang-orang kelas menengah sulit menjadi orang kaya, karena berapapun gaji atau penghasilan mereka, mereka menghabiskan gaji itu dengan memperbesar cicilan. Berbeda dengan orang yang membeli aset atau modal yang semakin lama semakin banyak menambah kekayaan mereka.
Jangan dianggap bahwa aset atau modal itu hanya yang terlihat, tangible. Ada pula yang tak terlihat, intangible. Contohnya ilmu dan skill. Jika Anda adalah tipe profesional, meningkatkan kompetensi dan skill adalah bagian dari modal, bagian dari aset. Dengan kompetensi yang makin handal, nilai Anda meningkat. Penghasilan juga meningkat.

SEDEKAH

Jangan lupa sisihkan penghasilan Anda untuk sedekah. Mengapa? Sebab ia adalah bekal untuk kehidupan yang hakiki di akhirat nanti. Baik sedekah wajib berupa zakat maupun sedekah sunnah.
Apa yang dilakukan Salman Al Farisi adalah amal yang luar biasa. Ia bersedekah senilai apa yang menjadi keperluan konsumtif keluarganya. Jadi kita kita punya gaji atau penghasilan tiga juta, lalu kebutuhan konsumtif keluarga kita satu juta, kita baru bisa menandingi Salman Al Farisi jika bersedekah satu juta pula. Namun karena ada hadits Rasulullah yang menyebutkan bahwa sedekah satu bukit tidak dapat menyamai sedekah satu mud para sahabat, kita tak pernah mampu menandingi sedekah Salman Al Farisi.
Harta sejati kita yang bermanfaat di akhirat nanti adalah apa yang kita sedekahkan. Lalu mengapa kita membagi penghasilan kita menjadi tiga bagian; konsumsi, modal dan sedekah? Mengapa tidak semuanya disedekahkan? Sebab konsumsi dan modal sesungguhnya juga pendukung sedekah kita. Jika keperluan konsumsi kita terpenuhi, maka fisik kita relatif lebih sehat. Dengan fisik yang sehat, kita bisa beribadah dan bekerja yang sebagian hasilnya untuk sedekah. Mengapa perlu mengalokasikan untuk modal/aset? Karena ia akan semakin memperbesar pemasukan kita dan dengannya kita menjadi lebih mudah untuk bersedekah dalam jumlah lebih besar dan juga lebih banyak beramal. [Muchlisin BK]